52 Tahun NRM dan Tanda -Tanda Zaman




 Nasmoco Kaligawe 1977.
Tempat Kontrakan Bengkel I NRM di Jl Thamrin Semarang.

 Nasmoco Pemuda zaman doeloe. Mr & Mrs Koyama.
Foto lama di Majalah Andalan. 



Kalau bertanya kepada kami yang sepuh-sepuh seperti apa kemajuan New Ratna Motor saat ini dibanding dulu-dulu (saya bergabung 1978) maka suara kami bergetar tersirat kekaguman yang luar biasa. Kami  bersyukur bisa ikut merasakan zaman enak NRM. Saya yang selalu menulis kisah sukses temanteman yang menjuarai berbagai kontes Toyota, sering bingung harus mulai dari mana, mencari kata-kata yang cocok agar enak dibaca oleh pembaca. Begitu juga kali ini dalam membongkar sedikit memori teman-teman lama, seperti Pak M Supandhi, Pak FX Darsono, Pak Ashari, Pak Subekti, Pak Mustika Alam dan Pak Purwalujo. Inilah pernyataan mereka.

Begitu ditanya, apa kesan M Supandhi (72) melihat perjalanan PT New Ratna Motor hingga saat ini, jawabnya: “wahh waahh pak luar biasa, saya puas, marem dan bangga sekali. Ini membangkitkan kenangan saya pada tahun 1963, ketika saya bergabung dengan 13 karyawan menempati kontrakan Jl Thamrin 12-14 Semarang. Perubahannya demikian besarnya, wahhh sudah tidak bisa dibandingkan lagi. New Ratna Motor itu berawal hanya dari sebuah bangunan kecil yang dikontrak oleh Pak Budi dan sekarang sudah menjadi 18 Cabang di seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Dengarnya masih ada beberapa yang sedang dalam taraf pembangunan. Saat ini Nasmoco Kaligawe menjadi dealer terbesar yang menempati 22.000 M2. Ini luar biasa.

Lebih lanjut ia menyebutkan, kemajuan itu seperti perkembangan zaman, dari kuno ke modern. Sekarang didukung oleh tenaga-tenaga muda yang pintar dan berdedikasi tinggi pada tugas. “Dulu kita punya computer namanya Topas 5, sebesar lemari pakaian. Pernah ada yang rusak, dengar-dengarnya suku cadangnya Rp.25 juta, dan langsung diantar dari Jakarta. Padahal harga sebuah Kijang minibus waktu itu sekitar Rp.4 juta. Jadi bisa dibayangkan harga computer itu berapa pada 1984. Luar biasa” katanya

FX Darsono, lama sebagai peneropong perusahaan dari sisi keuangan melihat ada peningkatan kemajuan di semua bidang. “Dari sisi pendapatan, terjadi berlipat ganda sehingga kita bisa mengembangkan usaha dengan membuka cabang-cabang baru. Hebatnya lagi, dengan orang-orang muda yang menguasai teknologi IT, omset naik berlipat ganda tetapi SDM hanya bertambah tidak lebih dari 50 %. Kalau dulu rapat-rapat masih menggunakan OHP, sekarang sudah menggunakan computer dan LCD”

Ashari (bergabung 1994 di Nasmoco Mlati) menyebutkan kemajuan perusahaan ditandai dengan bertambahnyapenghasilan karyawan dan meningkatnya kesejahteraan. Tidak ada lagi keluhan dari isteri karyawan soal gaji. ”Karyawannya juga sekarang sudah berani memiliki rumah walaupun sebagian lewat KPR. Mereka mulai berani, karena bisa menyisihkan pendapatan. Pendidikan anak juga demikian, orang tua bisa mengikuti keinginan anak bersekolah di mana. Kesehatan bagus, hanya memang kalau ada yang sakit berat, biaya rumah sakit tinggi jadi harus nombok. Tetapi sakit-sakit yang umum, sudah mencukupi. Hubungan kami di perusahaan juga enak, saling mengunjungi dan ada banyak acara bersama seperti
piknik dan family day. Ada banyak kesempatan bertemu. Lalu dengan Kaizen pola pikir kita juga sekarang sudah berubah, yaitu mengutamakan pelanggan”katanya.

Subekti, karyawan lama yang bergabung dengan Toyota sejak Nopember 1983 (Mataram Motor’s), menyebutkan   perubahan paling terasa ada pada kualitas teknisi. Karena trainingnya sekarang lebih maju dan bagus sehingga kualitasnya rata. “Namun kompetisi sehat selalu ada. Maka mereka yang kerja keras, pendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kesejahteraan karyawan meningkat, ditandai dengan teman-teman teknisi yang baru yang baru 2 atau 3 tahun bekerja sudah berani kredit rumah. Ini jauh berbeda dengan kondisi karyawan 30 tahun yang lalu. Sudah 10 tahun bekerjapun masih belum berani ambil kredit rumah” katanya.

Mustika Alam, melihat tantangan ke depan semakin berat walau ia tetap optimis. “Untuk level di operasional, kita harus lebih focus dan serius menghadapi tantangan ke depan. Effort harus lebih besar karena customer sekarang sudah melek teknologi dan informasi. Mereka bisa mengetahui data dari internet. Namun kalau bicara tentang kemajuan, sekarang memang luar biasa. Dulu Kepala Cabang dapat mobil bekas, supervisor juga dapat mobil bekas yang usianya bisa 7 sampai 10 tahun. Sekarang Kacab dan Supervisor langsung dapat mobil baru. Jaminan kesejahteraan sekarang lebih baik, hal itu berimbang dengan tuntutan tanggung jawab yang besar. Sebagai karyawan, saya merasa sekarang jauh lebih enak. Jenjang karier jalan, aturan kerja jelas, tinggal kita kerja baik maka masa depan tidak perlu bingung”.

Purwaluyo dari Purwokerto. Ia bergabung dengan Nasmoco 33 tahun lalu. Akan pensiun pada September 2014. Ia mengatakan: ”Pandangan saya dari luar, jelas Nasmoco lebih maju. Contohnya, pelayanan kita jauh lebih bagus dan lebih antusias kepada customer dibandingkan dengan dealer merk lain. Kesejahteraan karyawan, luar biasa. Saya tahu ada dealer di Purwokerto menggaji jauh lebih rendah, bedanya jauh dari Nasmoco. Karyawannya gajinya kecil, tidak ada tunjangan hari tua dan kesehatan, malah masih pakai UMR Banyumas. Di Nasmoco saya melihat anakanak sekarang, gajinya kok besar dibandingkan dengan kita dulu. Baru setahun kerja sudah berani angsur motor” katanya.
[Martin Teiseran- http://nasmocohabit.blogspot.com]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Presdir PT NRM pada 52 tahun PT NRM